Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak dan Banjar. Terlihat Kejam tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh!

Selamat datang di website Peluang Usaha. Kali ini kita akan membaca sebua artikel menarik dan bermanfaat yang berjudul Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak dan Banjar. Terlihat Kejam tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh!. Artikel ini sangat bermanfaat untuk mencari, membangun, mengelola dan mengembangkan usaha bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Hai, Takaiters!

Punya bayi yang dapat tidur dengan nyenyak adalah harapan semua ibu. Terutama bagi mereka, yang mengasuh dan mengerjakan tugas-tugas rumah tangga tanpa bantuan siapa pun.

Namun, adakalanya bayi menjadi rewel dan sangat menuntut perhatian. Sulit ditidurkan atau bahkan tak mau ditinggal. Hal ini tentu saja sangat merepotkan. Mengingat tugas seorang ibu rumah tangga bukan hanya mengasuh bayi semata. Tapi, memastikan kesejahteraan seluruh anggota keluarga, dan memelihara rumah beserta isinya.

Makanya, wajar jika para ibu ingin bayi mereka dapat tidur pulas dalam waktu lama, agar si ibu dapat menunaikan tugas rumah tangga, seperti memasak dan beres-beres rumah tanpa gangguan. Nah, dalam masyarakat Dayak dan Banjar metode membuat bayi tidur pulas disebut pukung.

Pukung atau bepukung adalah teknik melelapkan bayi agar tidurnya nyenyak dan lama.

Adapun cara mempukung, yaitu, dengan merebahkan bayi dalam ayunan. Kemudian, angkat badan bayi dan sangga dengan lutut. Rapikan kain ayunan di badan bayi. Lipat kedua tangan si anak dan ikat sedemikian rupa, mulai dari punggungnya hingga leher dengan kain, atau selendang yang sudah disiapkan. Pastikan telinga bayi tidak terlipat, dan ikatannya tidak terlalu kuat. Sehingga bayi masih bebas bernafas. Biasanya, tak memerlukan waktu lama cara ini mampu membuat bayi tidur nyenyak.

Sepintas, pukung ini terlihat kejam dan membahayakan bayi. Namun sejauh ini belum terdengar ada anak celaka akibat di pukung. Justru yang ada si bayi malah tidur nyenyak jika menggunakan cara ini. Boleh jadi, karena pukung membuat anak tak bebas bergerak, sehingga dia tak punya pilihan lain kecuali tidur.

Akan tetapi. Meskipun pukung hal yang biasa dilakukan oleh suku Dayak dan Banjar. Tak semua bayi bisa dilelapkan dengan teknik ini. Hanya bayi yang sudah mampu mengangkat kepala, atau berusia sekitar 3 bulan hingga 1 tahun saja, yang boleh di pukung.

Selain itu, tak sembarang orang, loh, boleh melakukan pukung ini. Hanya mereka yang menguasai tekniknya saja, yang boleh menggunakan cara tersebut.

Nah, tertarik mempukung bayi? Boleh saja asal kuasai dulu tekniknya dengan benar, ya, Guys. Supaya bayinya tetap aman dan nyaman.

Posting Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak dan Banjar. Terlihat Kejam tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh! ditampilkan lebih awal di Takaitu.ID.


Bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak dan Banjar. Terlihat Kejam tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh! . Jika berkenan silahkan anda membaca berita lainnya pada websitew Peluang Usaha ini dengan cara mengklik gambar dan tulisan di samping atau di bawah ini.
Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak dan Banjar. Terlihat Kejam tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh! Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak dan Banjar. Terlihat Kejam tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh! Reviewed by Webmaster on 9:02 AM Rating: 5

Info Terbaru

Loading...
Powered by Blogger.