Mengenal Tradisi Kawin Tebu, Prosesi Unik Menjelang Produksi Pembuatan Gula Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Selamat datang di website Peluang Usaha. Kali ini kita akan membaca sebua artikel menarik dan bermanfaat yang berjudul Mengenal Tradisi Kawin Tebu, Prosesi Unik Menjelang Produksi Pembuatan Gula Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda. Artikel ini sangat bermanfaat untuk mencari, membangun, mengelola dan mengembangkan usaha bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

 

Hai Takaiters, Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan tradisinya yang unik dan beranekaragam.  Hampir sebagian besar masyarakat indonesia memiliki tradisi yang dilaksanakan untuk berbagai kesempatan, seperti perayaan hari besar,  prosesi pernikahan, upacara kematian,  menyambut tamu dll. 

Salah satu tradisi unik yang ada di indonesia adalah prosesi kawin tebu. Prosesi ini berlangsung setelah musim panen menjelang proses penggilingan tebu untuk diolah menjadi gula. Berikut penjelasan tentang prosesi kawin tebu.

Telah berlangsung selama ratusan tahun


Tradisi kawin tebu dimulai sejak era penjajahan kolonial Hindia-Belanda, sekitar tahun 1850-an. Tujuan dari tradisi ini adalah sebagai rasa syukur atas hasil panen. Selain itu juga untuk memohon kelancaran, keberkahan serta keselamatan dalam proses penggilingan tebu sebagai tahap awal dalam proses produksi gula.

Menikahkan 2 batang tebu


Dalam tradisi ini, terdapat sepasang boneka yang terbuat dari 2 batang tebu. Kedua boneka tersebut selanjutnya akan akan dinikahkan layaknya manusia. Boneka tebu juga  diberi pakaian dan berbagai macam hiasan seperti pengantin pada umumnya.  Bahkan ada juga prosesi ijab kobul dengan menggunakan mahar. Perkawinan tebu ini dimaksudkan agar keturunan tebu yang ditanam dapat menghasilkan tanaman tebu yang  banyak dan berkualitas.


Berlangsung di beberapa daerah di Indonesia


Kawin tebu dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki pabrik tebu yang masih beroperasi. Daerah tersebut antara lain Cirebon, Majalengka, Tegal, Kendal, Klaten, lumajang, Kediri dan Yogyakarta. Setiap daerah memiliki nama yang berbeda untuk prosesi ini, seperti Cembengan di Yogyakarta, kirab penganten tebu di Klaten, mantenan tebu di Lumajang dan kawin tebu di Cirebon.

Diiringi pesta rakyat


Prosesi kawin tebu diawali dengan diaraknya pengantin tebu menuju pabrik penggilingan tebu. Dalam arak-arakan tersebut biasanya diiringi dengan berbagai kesenian  rakyat sesuai dengan daerah masing-masing.  Di Yogyakarta dilaksanakan kirab budaya dan disuguhkan kesenian seperti jaranan dan gending jawa. Sedangkan di daerah sunda ditampilkan kesenian seperti tari jaipong dan kuda lumping. Selain itu dalam setiap acara kawin tebu biasanya diadakan pula pesta rakyat seperti pasar malam yang berlangsung selama beberapa minggu.


Bagamana Takaiters, menarik bukan? Ternyata proses pembuatan gula di Indonesia  juga memiliiki tradisi yang unik ya. Kalian bisa lebih mudah  menyaksikan tradisi ini, karena banyak dilaksanakan di beberapa tempat yang ada di Indonesia. Sedangkan waktunya berbeda-beda sesuai dengan masa panen dan musim giling tebu di daerah tersebut.





Posting Mengenal Tradisi Kawin Tebu, Prosesi Unik Menjelang Produksi Pembuatan Gula Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda ditampilkan lebih awal di Takaitu.ID.


Bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Mengenal Tradisi Kawin Tebu, Prosesi Unik Menjelang Produksi Pembuatan Gula Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda . Jika berkenan silahkan anda membaca berita lainnya pada websitew Peluang Usaha ini dengan cara mengklik gambar dan tulisan di samping atau di bawah ini.
Mengenal Tradisi Kawin Tebu, Prosesi Unik Menjelang Produksi Pembuatan Gula Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda Mengenal Tradisi Kawin Tebu, Prosesi Unik Menjelang Produksi Pembuatan Gula Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda Reviewed by Webmaster on 6:54 AM Rating: 5

Info Terbaru

Loading...
Powered by Blogger.