Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit?

Selamat datang di website Peluang Usaha. Kali ini kita akan membaca sebua artikel menarik dan bermanfaat yang berjudul Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit?. Artikel ini sangat bermanfaat untuk mencari, membangun, mengelola dan mengembangkan usaha bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.
Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit?

Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit?

Sifat orang dalam mengelola keuangan pribadi memang berbeda-beda. Tujuan keuangan setiap orang yang berbeda-beda ditambah dengan perbedaan tingkat penghasilan membuat setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda dalam mengatur keuangan pribadi. Ada yang sudah dewasa dalam mengelola keuangan, jadi orang hemat di saat yang tepat demi mencapai tujuan keuangan pribadi. Ada pula yang irit setiap waktu karena takut uang tak terkumpul, alias orang yang pelit. Dua sifat tersebut, hemat dan pelit, memiliki perbedaan yang tipis dan cenderung memiliki kesamaan satu sama lain. Kalau Sobat Pintar dalam mengelola keuangan pribadi termasuk orang yang hemat atau pelit?

Untuk mengetahuinya, mari kita lihat perbedaan orang hemat dan orang pelit dalam mengatur keuangan pribadi mereka!

1. Dalam hal menabung

Persamaan antara orang hemat dan pelit yang paling menonjol dalam mengelola keuangan pribadi adalah sama-sama gemar menabung. Kedua sifat ini memang terkenal rajin mengumpulkan uang. Bedanya, sifat hemat mengumpulkan uang karena sudah memiliki tujuan keuangan yang jelas. Misalnya mengumpulkan uang untuk tujuan membeli rumah masa depan, atau menabung hingga jumlah yang sudah ditetapkan untuk tabungan jaga-jaga. Sedangkan sifat pelit cenderung menabung karena ingin mengumpulkan kekayaan saja. Biasanya orang yang pelit sering diliputi kecemasan kalau uang yang mereka kumpulkan tidak cukup untuk berjaga-jaga di masa depan. Seberapa pun uang yang terkumpul dalam tabungan, mereka tidak akan merasa puas dengan jumlahnya.

2. Dalam perilaku konsumsi

Perbedaan selanjutnya yang menonjol dari sifat orang hemat dan orang pelit adalah dalam perilaku konsumsinya. Orang hemat memiliki prioritas yang jelas dalam perilaku konsumsi mereka. Mereka juga tidak terlalu mengekang diri sendiri hanya karena ingin menyisihkan uang untuk ditabung. Perencanaan keuangan orang hemat tersusun sesuai dengan tingkat prioritas mereka, dengan masih memberi sedikit kelonggaran untuk konsumsi pribadi.

Sedikit mirip dengan orang hemat, orang pelit pun memiliki prioritas dalam perilaku konsumsi mereka. Perencanaan keuangan mereka juga jelas, hanya saja porsi untuk menabung cenderung lebih besar dari orang lain. Selain itu, yang paling mencolok adalah orang pelit terlalu mengekang dirinya sendiri dalam hal konsumsi. Karena prioritas utama mereka adalah menabung, sebisa mungkin orang pelit menekan pengeluaran demi menyisihkan uang sebanyak-banyaknya.

3. Dalam hubungan dengan orang lain

Sifat orang hemat dan orang pelit dalam mengelola keuangan pribadi juga bisa memengaruhi hubungan mereka dengan orang lain. Orang hemat tidak akan menemui masalah dalam menjalin hubungan dengan orang lain karena biasanya orang-orang akan memaklumi perilakunya. Meski seringkali mereka tidak ikut memesan kopi saat nongkrong bersama teman-temannya, perilaku orang hemat ini masih dimaklumi karena tidak merugikan yang lain.

Sebaliknya dengan orang pelit, mereka cenderung dijauhi karena perilakunya yang dirasa mengganggu bahkan merugikan orang lain. Biasanya mereka tidak ikut memesan makanan saat kumpul bersama teman karena mereka berpikir bisa meminta makanan yang dipesan temannya.

4. Dalam hal berinvestasi

Sifat hemat dan pelit juga mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang, terutama dalam hal berinvestasi. Investasi kan memiliki risiko yang berbeda-beda di setiap produknya. Risiko ini dalam investasi inilah yang memisahkan perilaku orang hemat dan orang pelit dalam berinvestasi. Orang hemat cenderung berani mengambil investasi dengan risiko besar yang juga memberi keuntungan besar. Hal ini mereka lakukan lantaran orang hemat berani mengambil risiko untuk mencari keuntungan lebih guna menambah tabungan mereka.

Sedangkan orang yang pelit cenderung menghindari risiko dalam berinvestasi. Dalam kasus yang paling ekstrim, orang yang pelit lebih memilih untuk tidak memulai berinvestasi karena takut uangnya tidak kembali. Mereka takut merisikokan uang tabungannya untuk berinvestasi.

Padahal tak peduli orang itu bersifat hemat atau pelit, investasi itu penting dalam mengelola keuangan pribadi mereka sebagai salah satu sumber passive income. Kalau takut berinvestasi karena ada bayang-bayang akan risiko, sekarang ada juga model investasi yang menguntungkan tanpa risiko besar yang mengancam, yaitu di pendanaan P2P Lending Kredit Pintar. Dengan modal hanya Rp 50 ribu, pendanaan dengan keuntungan hingga 18% p.a. sudah bisa dimulai!

Kredit Pintar juga sudah terbukti sebagai platform pendanaan yang aman karena sudah terdaftar di OJK. Sudah banyak orang yang merasakan keuntungan melakukan pendanaan di Kredit Pintar. Kini giliranmu untuk mendapatkan sumber pendapatan pasif yang menguntungkan bersama Kredit Pintar!

Mulai Pendanaan!

The post Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit? appeared first on Kredit Pintar.


Bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit? . Jika berkenan silahkan anda membaca berita lainnya pada websitew Peluang Usaha ini dengan cara mengklik gambar dan tulisan di samping atau di bawah ini.
Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit? Dalam Mengelola Keuangan, Kamu Orang yang Hemat atau Pelit? Reviewed by Webmaster on 9:40 PM Rating: 5

Info Terbaru

Loading...
Powered by Blogger.