Bagaimana Pengaruh Tahun Politik Terhadap Pasar Modal?
Bagaimana Pengaruh Tahun Politik Terhadap Pasar Modal?
Tahun 2019 merupakan tahun politik bagi negara Indonesia. 17 April mendatang Indonesia akan mencetak rekor baru dalam dunia politik karena pemilu Pilpres dan Pileg akan digelar bersamaan, serentak di seluruh Indonesia. 17 Januari 2019 kemarin sudah digelar debat Capres pertama untuk mengawali rangkaian debat Capres yang masih akan digelar sebanyak 5 kali sebelum hari pemilu tiba.
Tahun politik memang selalu jadi peristiwa yang memiliki dampak signifikan, baik dalam sektor pemerintahan hingga perekonomian. Apalagi tahun ini Pilpres dan Pileg akan berlangsung dalam waktu yang sama. Sentimen positif maupun negatif dari berbagai pihak yang pasti akan bermunculan pasti meninmbulkan efek temporer namun dramatis dalam berbagai aspek. Dalam pasar modal sendiri, apakah tahun politik ini membawa dampak yang signifikan terhadap pergerakan IHSG maupun perubahan minat investor dalam bermain saham? Untuk mengetahuinya, mari lihat ke pemilu di tahun-tahun sebelumnya!
Kondisi Pasar Modal pada Tahun-Tahun Politik Sebelumnya
Pasar modal nampaknya merespon positif setiap kali datangnya tahun politik di Indonesia. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pemilu tahun 2004 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket 44,56 persen atau berada pada level 1,000.233. Angka ini meningkat tajam dari tahun 2003 yang hanya berada di level 691.895, setelah pada tahun 2002 pasar modal mengalami koreksi.
Berikutnya hal yang sama terjadi pada pemilu tahun 2009. IHSG menguat tajam 86,98 persen menuju level 2,534.356 setelah berada di level 1,355.408 pada tahun 2008. Di tahun 2008 sendiri pasar moda memang sedang crash lantaran krisis ekonomi global saat itu. Ketika memasuki tahun 2009, para investor memberi sentimen yang positif terhadap market. Kenaikan ini menjadi kenaikan IHSG tertinggi selama 20 tahun terakhir. Kemudian pada 2014, IHSG kembali mengalami kenaikan sebesar 22,29 persen ke level 5,226.947 dari sebelumnya 4,274.177.
Kalau diasumsikan, ada kesamaan di beberapa tren pemilu yang mempengaruhi naiknya nilai IHSG. Satu tahun sebelum pemilu diadakan, pasar modal mengalami crash ataupun koreksi. Dan pada saat tahun pemilu datang, IHSG pun signifikan meningkat. Pada pemilu 2004, meskipun di tahun 2003 tidak ada koreksi market ataupun crash, di pertengahan tahun 2002 pasar modal mengalami koreksi. Selanjutnya kenaikan IHSG pada tahun pemilu 2009 dimana pasar modal crash akibat krisis global di tahun 2008. Lalu tahun 2013 pun ada koreksi pasar yang diikuti dengan rebound IHSG pada tahun pemilu 2014. Lalu pada 2018 kemarin, IHSG juga bergerak bearish yang bisa diasumsikan akan kembali menguat di tahun politik ini.
Hari ini, pasca debat Capres semalam IHSG dibuka menguat dengan naik 20,4 poin atau 0,31 persen ke level 6.444. Hal ini tentunya semakin memperkuat kecenderungan respon positif pasar modal terhadap datangnya tahun politik. Tak hanya itu, IHSG juga sempat menguat sehari setelah pengumuman Capres dan Cawapres pada 10 Oktober 2018 lalu. Kala itu IHSG dibuka menguat 0,31 persen ke level 6.084.
Meski tampaknya ada kecenderungan pasar modal merespon bullish pada setiap tahun politik, para pemain saham sebaiknya jangan gegabah dalam mengambil langkah! Mengingat melemahnya IHSG pada tahun 2018 lalu. Dalam hal pengaruh tahun politik terhadap aktivitas pemain pasar modal, OJK berpendapat bahwa aspek politik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pasar modal. Menurutnya OJK, aktivitas di pasar saham terutama dipengaruhi oleh kondisi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan di Indonesia, bukan karena peristiwa politik seperti pesta demokrasi. Meski begitu, peristiwa politik seperti pesta demokrasi bisa jadi salah satu risiko non-ekonomi yang bisa mempengaruhi keputusan para pemain di pasar modal.
Meskipun pattern dari tahun-tahun politik sebelumnya menunjukkan pergerakan menguatnya IHSG setelah mengalami kemunduran ataupun koreksi di tahun sebelumnya, di tahun politik 2019 ini, belum ada yang tahu pasti apakah pasar modal akan bergerak bullish atau bearish.
Sebagai antisipasi jika terjadi penurunan IHSG di tahun 2019, ada baiknya Sobat Pintar melengkapi portfolio dengan mulai pendanaan di P2P Lending Kredit Pintar yang minim risiko. Pendanaan Kredit Pintar memberikan return hingga 18% p.a dengan poin plus kemudahan proses serta minimnya risiko pendanaan.
Yuk, seimbangkan portfolio-mu dengan mulai Pendanaan di Kredit Pintar!
The post Bagaimana Pengaruh Tahun Politik Terhadap Pasar Modal? appeared first on Kredit Pintar.
Bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Bagaimana Pengaruh Tahun Politik Terhadap Pasar Modal? . Jika berkenan silahkan anda membaca berita lainnya pada websitew Peluang Usaha ini dengan cara mengklik gambar dan tulisan di samping atau di bawah ini.