IWEL-IWEL, JAJANAN TRADISIONAL INI TAK BISA KITA NIKMATI SETIAP HARI, LOH!
IWEL-IWEL, JAJANAN TRADISIONAL INI TAK BISA KITA NIKMATI SETIAP HARI, LOH!
Hai, Takaiters!
Masih ingatkah dengan jajanan tradisional yang satu ini? Yupt, namanya iwel-iwel. Jajanan tradisional orang jawa ini terbuat dari ketan. Biasanya hanya bisa kita temui ketika ada acara tasyakuran atau selamatan menyambut kelahiran bayi. Sehingga, kamu tak bisa menjumpai kue ini dijual di pasar. Nama yang unik ini ternyata ada filosofinya lho Guys, ada do’a dalam proses pembuatan kue ini.
Keunikan nama iwel-iwel ini ternyata mengandung filosofi yang luar biasa. Konon katanya nama iwel-iwel ini berasal dari potongan do’a Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama Robbayani shoghiro. Dengan harapan agar bayi yang dilahirkan kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua..Liwaliwalidayya di lidahnya orang jawa menjadi iwel-iwel.
Ada juga yang mengartikan iwel-iwel itu berasal dari bahasa jawa yaitu kemiwel yang berarti menggemaskan. Itulah alasan mengapa ketika menyambut kelahiran bayi dibuatlah kue ini dengan harapan bayinya sehat, lucu dan menggemaskan. Nah, kamu penasaran dengan kue iwel-iwel? Berikut resep iwel-iwel!
Bahan
1. 500 gram beras ketan yang direndam (2-3jam), lalu tiriskan dan giling kasar
2. 1/2 butir kelapa setengah tua, kupas hingga bersih, parut kasar
3. Garam secukupnya.
4. 250 gram gula merah sisir/iris tipis tipis.
5. Daun pisang, lidi/tusuk gigi untuk pengunci/pengikatnya.
Caranya
1. Ketan yang sudah digiling tadi campurkan dengan kelapa parut dan garam secukupnya. campur hingga rata.
2. Siapkan daun pisang untuk membungkusnya, masukkan 1 sdm adonan tadi dan masukkan gula merah sesuai
selera di tenggah bungkusan, dan tutup dengan adonan lagi diatasnya.
3. Jika sudah, kunci dengan lidi/tusuk gigi sebagai pengikatnya.
4. Kukus hingga masak kurang lebih 30 menit.
5. Dan IWEL-IWEL siap dihidangkan.
Tips :
• Jika tidak ada beras ketan, bisa juga pakai tepung ketan putih yang biasa dijual di toko. Tapi tekstur
yang didapat lebih lembut dibandingkan pakai beras ketan yang digiling sendiri.
• Biar daun pisangnya tidak mudah sobek/pecah saat membungkus, biarkan daun pisang agak layu dengan cara
dijemur dulu, atau dibiarkan semalam agar sedikit lentur.
Bagaiman Takaiters, mudah bukan membuatnya? Jika kamu kangen dengan kue ini, atau tertarik ingin
membuatnya, kamu bisa mencobanya weekand nanti. Nikmati iwel-iwel nan legit menggigit. Demikian
Takaiters, seputar jajanan tradisional dan filosofinya, semoga kita semua menjadi anak-anak yang
berbaikti kepada kedua orang tua.
Halimah Sadiyah
Posting IWEL-IWEL, JAJANAN TRADISIONAL INI TAK BISA KITA NIKMATI SETIAP HARI, LOH! ditampilkan lebih awal di Takaitu.com.
Bapak, ibu, saudara dan saudari sekalian. Terima kasih karena telah membaca informasi tentang IWEL-IWEL, JAJANAN TRADISIONAL INI TAK BISA KITA NIKMATI SETIAP HARI, LOH! . Jika berkenan silahkan anda membaca berita lainnya pada websitew Peluang Usaha ini dengan cara mengklik gambar dan tulisan di samping atau di bawah ini.